Gambaran Umum Klasifikasi
Varietas Padi Ketan merupakan jenis padi (Oryza sativa var. glutinosa) yang menghasilkan beras dengan kandungan amilopektin sangat tinggi dan kadar amilosa yang sangat rendah, sehingga tekstur nasinya menjadi lengket setelah dimasak. Varietas ini banyak dibudidayakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan tradisional seperti tape, wajik, lemper, dodol, dan aneka kue khas Nusantara. Meskipun potensi hasil panennya umumnya lebih rendah dibandingkan varietas padi konsumsi biasa, padi ketan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena permintaan pasar yang stabil, terutama untuk industri pangan dan usaha mikro berbasis olahan ketan.
Karakteristik & Ciri Utama
Pilih Klasifikasi Lain
Daftar Varietas Terdaftar (Alternatif SPK)
Berikut merupakan varietas-varietas spesifik dalam database sistem Anda yang masuk ke kelompok Varietas Padi Ketan:
Ketan Grendel
Varietas padi ketan khusus dengan karakteristik bulir yang lengket (glutinous), ideal untuk industri pangan tradisional. Varietas ini memiliki umur panen sekitar 115-125 hari dengan karakteristik beras yang pulen dan lengket. Dalam hal ketahanan air, ketan grendel umumnya cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan cukup adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat, namun kurang tahan terhadap kekeringan ekstrem.
Ketan
Komoditas padi khusus nonsawah utama yang memiliki kandungan amilosa rendah sehingga menghasilkan tekstur super lengket setelah dimasak. Ketan merupakan salah satu varietas padi yang paling umum dibudidayakan di indonesia. Varietas ini memeiliki umur panen berkisar antara 105-120 hari dengan karakteristik beras berwarna putih susu dengan tekstur sangat lengket setelah dimasak. Dalam hal ketahanan air umunya ketan putih cocok ditanam di lahan sawah irigasi dengan ketersediaan air yang cukup, namun kurang tahan terhadap kondisi kekeringan.